TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » ARTIKEL » KEMARAHAN

KEMARAHAN

ANGGAPAN-ANGGAPAN SALAH DALAM KEMARAHAN

Kemarahan dapat muncul karena mungkin adanya perlakuan dari pihak lain yang dirasa merugikan dirinya. Contohnya, seorang ibu yang diperlakukan suaminya, sehingga muncul kata-kata:

1)      perlakuan suaminya kepadanya tidak adil dan tak dapat ditolelir

2)      Ia merasa berhak nenuntut suaminya untuk memperlakukan dirinya dan anak-anaknya dengan penuh kasih

3)      sebagai istri, suaminya berhutang kasih kepadanya

4)      suaminya sangat jahat karena selalu mengkritik dan membandingkan dengan wanita lain

ANGGAPAN YANG SALAH PENDAPAT YANG BENAR
  • Mempunyai suami seperti suamiku sangat tidak menyenangkan
  • tak mungkin aku bahagia kalau suamiku tetap bersikap begini
  • aku tak tahan lagi
  • hidupku sia-sia
  • Ia adalah suami yang Tuhan berikan kepadaku. meskipun aku ingin sikapnya lain, aku tetap sanggup hidup bersamanya tanpa tuntutan apa-apa
  • Aku akan amat senang kalau suamiku berubah, tapi sikap suamiku tak dapat menentukan kebahagianku
  • Aku dapat hidup puas dan bahagia meski suamiku tidak memperlakukanku aku sesuai dengan yang kuinginkan. meski ia tak pernah berubah akau tetap dapat hidup bahagia
  • Hidupku tidak sia-sia.
ANGGAPAN-ANGGAPAN YANG SALAH TENTANG KEMARAHAN  ANggapan-anggapan yang benar tentang kemarahan
  • Kemarahan itu buruk. Jika aku orang  yang baik, aku tak akan pernah marah
  • Marah berarti berteriak dan melempar-lempar barang atau berbuat apa saja untuk melampiaskannya
  • jika amarahku bangkit, selalu lebih baik bagiku untuk menahan kemarahan itu, daripada mengungkapkannya
  • aku berhak marah kalau orang lain tak bersikap sesuai dengan yang kuharapkan. Aku tak punya pilihan lain selain tetap memendam kemarahan selama situasi tak berubah sesuai dengan yang kuharapkan
  • Apabila sikap orang lain tak kusukai, atau bila mereka tidak memperlakukan aku sebaik yang kuharapkan, aku tidak tahan
  • Kemarahan tak selalu buruk
  • kadang-kadan lebih baik mengungkapkan kemarahan
  • marah bukan berarti berteriak melempar-lempar barang atau bertingkah laku apa saja yang menunjukkan  ketidakmampuan mengendalikan emosi
  • Aku tak berhak marah apabila orang lain tidak bersikap sesuai dengan apa yang kukehendaki. Aku dapat menghentikan kemarahanku
  • Jika orang tidak mengerjakan hal-hal yang seperti kukehendaki atau tidak memperlakukan aku sebaik perlakuaku kepadanya keadaan ini tidak seburuk yang kukira.

CARA SEHAT UNTUK MENYATAKAN KEMARAHAN

Kemarahan dapat dinyatakan dengan jujur, bukan ditutupi. menyatakan kemarahan tidak sama dengan membuat orang lain marah, merasa pedih akibat lampiasan kemarahan kita.  Kita dapat belajar mengakui kemarahan kita, dan perlu penguasaan diri dan kejujuran. Cara ini jauh lebih baik daripada emosi yang meluap-luap atau sikap diam tapi memendam kemarahan.

    1. Akuilah kemarahan yang mengandung dosa, dan terimalah pengampunan dari Tuhan
    2. Kenalilah anggapan-anggapan yang salah
    3. gantilah anggapan yang salah itu dengan kebenarannya
    4. berperilakulah sesuai dengan kebenaran
    5. doakanalah pemecahan persoalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: