TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » Dusun Jati -Our paradise » KERUKUNAN DUSUN WARGA DUSUN JATI CANDIREJO

KERUKUNAN DUSUN WARGA DUSUN JATI CANDIREJO

KERUKUNAN  WARGA DUSUN JATI CANDIREJO

Hujan di hari pertama setelah empat bulan tidak turun hujan sunggung menghapuskan tangis dan derita warga dusun ini. Dihari pertama ini ibu-ibu mulai sibuk mempersiapkan benih kacang dan jagung untuk di benamkan di tanah yang sudah diberi diluku dan digaru (dibajak dengan mata bajak terbuat daribesi yang ditarik dengan sapi kemudian di garu (meratakan tanah dengan kayu yang diberi gigi-gigi dari kayu semacam garpu). Bapak-bapak pun sibuk menghubungi para tetangga dan handai tolan untuk membantu di ladangnya. Tanah pertanian di dusun Jati, Candirejo ini bisanya sebelum turunnya hujan atau selama musim kemarau diberi pupuk kandang. Setelah proses ini maka menjelang musim hujan tiba, warga mencangkul ladang atau membajak dengan sapi-sapi. Mata bajak yang terbuat dari besi lancip digunakan untuk mluku atau ngluku. Kemudian bongkahan tanah dirapikan  menggunakan garu menunggu musim penghujan tiba dan juga dibarengi dengan tebar benih padi.

Siraman air hujan dihari pertama menjadi sebuah harapan yang besar karena tanah-tanah kemudian akan dikerjakan selama 7 bulan mulai memilih bibit padi. Benih padi yang telah ditebar dan tumbuh menjadi bibit-bibit padi dipisahkan antara yang bagus dengan yang gabuk (padi buruk). Padi ini dirawat dengan cara pemberian pupuk urea, KCL sampai pemberantasan hama padi. Disela-sela itu petani juga mulai bercocok tanam secara tumpangsari yaitu menamai jagung dan kedelai bersama tumbuhnya padi. Untuk bibit ketelah pohon diperoleh dari batang ketela pohon yang sudah terpilih ketika panen di saat bulan Agustus (saat musim kemarau) kemudian di tanam dengan cara ditancapkan ke tanah sedalam 10-15 cm pada saat musim penghujan tiba. Memang sibuk sekali ketika musim penghujan tiba. Ibu-ibu harus mempersiapkan makanan (jawa adang=memasak) untuk para tetangga dan sanak keluarga yang bekerja di ladangnya dari pagi sampai sore, para kaum bapak sibuk mengatur ladang dan proses bercocok tanam disamping mencari makanan untuk ternak mereka.

Disinilah kerukunan dan rasa kebersamaan menjadi sangat penting di dusun Jati, Keluarahan Candireo, kecamatan Semanu kabupaten GunungKidul. Di tengah kesulitan dan penderitaan panjang menanti datangnya berkah hujan, mereka terus berdoa memohon kemurahan Tuhan. Warga desa hidup dengan sederhana, berfikir sederhana, dan bekerja dengan tidak ngoyo. Namun dimulai dari kerukunan karena semua adalah masih bersaudara atau ada ikatan keluarga maka semua saling membutuhkan. Bulan ketiga sekitar bulan November dan Desember adalah bulan pertama panen jagung dan kedelai. Para petani warga dusun jati mulai dapat menikmati hasil panen. Dapat membakar jagung, atau bahkan menjual ke pasar Ngenep terletak kurang lebih 3.5 kilimeter di uatara dusun. Pasar Ngenep adalah pasar tradisional paling dekat yang dengan dusun Jati, Candierejo, Semanu. Pasar ini terletak di Dusun Ngenep, desa Dadapayu.

Mari kita tetapi bina kerukunan. Masa depan dusun Jati terletak di dalam jiwa warga yang saling membantu, hidup rukun dan saling bergotong royong. Tetap Maju dan bersatu dusun Jati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 23,884 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

Morning Silence

Puffy

Emerald Damselfly ♀

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: