TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » CERITA DARI DERITA » KORELASI HIDUP ROHANI DENGAN PENDERITAAN

KORELASI HIDUP ROHANI DENGAN PENDERITAAN

MEMAHAMI KEMISKINAN FISIK

Kemiskinan menyeruak bak jamur di musim penghujan
Tangisan, penderitaan dan kesedihan terdengar
Orang tertatih-tatih di tengah terjalnya jalan
Curam menurun bagai masuk dalaM kelam

Pagi buta terbangun linglung tanpa arah
Hati meranggas bagai daun jati di musim kemarau
Tidak terlihat kepulan asap di dapur
Orang terduduk termenung dan merasa

Menanti dalam perjalanan panjang
Hilang arah dan begitu jauh jalan itu
Kapan kemiskinan akan berakhir
Siapa yang hendak datang menjatuhkan rejeki

Daun-daun di belakang rumah pun mongering
Terjatuh di tanah-tanah yang gersang berdebu
Hanya kekuatan illahi memampukan dan menapaki
Hidup di tengah dunia yang sementara ini.

Tidak ada seorang pun rasanya di dunia ini menghendaki lahir di dunia dalam garis kemiskinan. Tidak seorang pun dalam dunia menghendaki lahir dari sebuah keluarga miskin. Namun inilah sebuah realita bahwa seorang pun tidak dapat (berhak) untuk menolak dimana Tuhan menghendaki kelahiran itu ada. Memang tidak mudah memahami apa yang Tuhan kehendaki dari alas pemikiran manusia.

Agama ada bukan tanpa tujuan. Agama memiliki tujuan yang mulia, yaitu menuju kebahagiaan di bumi dan setelah pergi dari bumi ini. Agama memberikan pencerahan, terang dan inspirasi dalam hidup manusia untuk menjalani kehidupan. Melalui Agama kita dikenalkan jalan dan cara berbuat baik, berbagi dengan sesama. Selain itu melalui Agama kita disadarkan siapakah diri kita, siapakah orang lain dan siapakah Tuhan.

Dalam Agama dipaparkan mengenai keberadaan diri manusia di tengah alam semesta. Ada yang menyebutkan bahwa hidup manusia adalah sebuah perjalanan melalui derita, hidup manusia mengalami berbagai cobaan untuk mencapai kesempurnaan.lalu apakah kemiskinan juga merupakan media dalam memahami diri manusia? Apakah Tuhan kurang adil sehingga melahirkan bayi diantara orang miskin? Tentu bukan tanpa maksud manusia ada dalam dunia. Tetapi semua itu keadaan dapat dibuah seiring dengan kemajuan cara berfikir manusia. Demikian pula perjalanan hidup ditentukan oleh kesempatan dan keputusan yang diambil secara pribadi setiap orang. Seperti panah di dalam putaran jam dinding yang mampu menunjukkan waktu; demikian pula hidup manusia berputar dan menunjukkan keberadaannya secara berbeda-beda.

Namun keyakinan orang miskin seringkali memberi kita pencerahan dalam kehidupan kita bahwa kita harus sadar masih banyak orang lain yang ditolong dan dibantu dari pada memikirkan kepentingan diri sendiri. Wajah Tuhan hadir di antara orang-orang miskin dan papa, dan menderita. Sehingga pada akhirnya melalui kemiskinan hadirlah pemahaman mengenai pribadi seseorang.

Melalui kemiskinan Tuhan hadir. Sebagai contoh Tuhan hadir ketika Ibu Theresa yang memiliki dedikasi tinggi melayani orang-orang papa di India. Ibu Theresia meninggalkan kenikmatan biara. Dalam melayani ia mendapat cemoohan dan ancaman namun tidak pernah surut dalam melayani Tuhan. Keyakinan kepada Tuhan telah mengalahkan manipulatif (kepalsuan) kehidupan berAgama . Sehingga yang hadir adalah kemasygulan, kesedihan, dan empati kepada mereka yang papa, sakit, terjepit dan hina di pingir-pingir jalan. Dedikasi pelayanan dan perjuangannya telah membawa kenangan manis bagi banyak orang dan tentu menjadi inspirasi bagi kita. Agama sejatinya membawa manusia untuk sadar akan tanggung jawabnya kepada Tuhan melalui sesama. Sebagai makhluk sosial, manusia diajak untuk menolong yang miskin dan menderita. Demikian pula Agama mengingatkan supaya manusia berbuat amal-baik, sedekah, dan membantu si yatim piatu karena mereka adalah sesama atua saudara kita.

Judgment Agama
Agama tidak menjanjikan bahwa ketika orang berAgama kemiskinan dunia dan penderitaan itu lepas dari pundaknya. Tetapi yang mungkin terlepas adalah dosa dan pelanggarannya. Agama tidak perlu menjanjikan bahwa manusia akan bebas dari kemiskinan dunia hidup sukses dan tanpa masalah makanan, pakaian, dan tempat tingggal. Tentu lebih tepat bahwa Agama memberikan jalan kepada umat cara hidup yang benar dan menjauhi kejahatan. Agama memiliki dimensi lebih tinggi dari pada pemikiran manusia dan penganutnya. Agama berisi religuisitas dan masuk ke dalam dimensi spiritualitas yang sebenarnya. Bila tujuan hidup berAgama adalah untuk kesuksesan duniawi maka sesungguhnya manusia mengalami kegagalan dalam berAgama. Karena indicator iman kepercayaan manusia tidak diukur dari banyaknya yang harta yang dikumpulkan di dunia ini. Dan kebahagiaan manusia tidak dapat dipenuhi melalui harta dunia.

Sering ditemui tentang pemahaman salah bahwa orang beragama adalah sia-sai bila keadaannya tetap miskin penuh derita dan tidak sembuh-sembuh dari penyakit. Lebih tepatnya bahwa ada keyakinan dan pemahaman yang salah dalam kehidupan orang sehigga melakukan judgment keyakinan. Sebagai contoh keyakinan salah: Orang miskin karena kurang berdoa, orang sakit karena terlalu banyak berdosa. Itu seperti kata yang seperti ini: “orang kurus karena kurang makan hati tidak tenteram, orang gemuk karena kebanyakan makan hati tenteram.” Padahal faktanya banyak orang gemuk dan orang kurus stress juga. Stress menjadikan pola makan tidak sehat atau makan tidak teratur.

Penyakit tidak semuanya kutukan, tetapi lebih tepatnya sebuah akibat dari sesuatu (salah makan, kecelakaan, dan sebagainya), demikian pula. Jadi tidak tepat bahwa mengadili orang secara sepihak tanpa pertimbangan yang mendalam dalam memahami oranglain.

Agama bukanlah obat pemberantas kemiskinan, bukan pula resep untuk menjadikan diri sukses secara sementara di duniawi. Tetapi di tengah Agama dalam berAgama selalu mengarahkan manusia agar dapat hidup dalam kesederhanaan, kepedulian dan saling mencintai. Akhirnya bahwa kesejahteraan di dunia sangat ditentukan seberapa kita dapat berbagi dan mengasihi orang lain secara tulus. Harta di sorga merupakan investasi jangka panjang yang harus diraih dan lebih penting dari pada dunia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 23,961 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

sunset and fishing nets

Force of Life - Pushing Boundaries I

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: