TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » BERITA » Pasung

Pasung

PASUNG PENINDASAN

Meniti perjalanan cukup panjang diiringi tiitk tangis
Rintih dan sedih menyiksa batin dalam pasung jiwa
Dalam kedalaman kelam menapak jiwa meronta
Berteriak membawa duka.

Perjalanan hidup manusia memang dipenuhi dengan warna dan cerita. Ada tangis, tawa duka dan suka. Sebuah kekentalan dan kesatuan bak mata uang yang senantiasa bermuka dua. Demikian pula dikenal adanya pasung. Pasung memang sangat diperlukan untuk hewan peliharaan yang belum jinak. Pasung diikatkan dileher pada sebuah hewan ternak atau kaki pada gajah. Pasung merupakan suatu alat untuk menghentikan laju supaya hewan dapat berdiam dan tidak bergerak atau merusak. Namun apa jadinya bila pasung itu dikenakan pada manusia? Bukan cerita baru bahwa ada sebagaian orang di kenakan pasung pada kaki dan tangannya karena orang tersebut telah berbuat diluar batas kendali yaitu merusak, atau mengancam hendak membunuh. Pasung yang dikenakan pada diri seseorang dengan alasan orang tersebut melakukan tindakan destruktif dan dianggap sakit jiwa.

Bagaimanapun pengertian pasung tetap mempunyai implikasi negatif atau membawa penderitaan pada obyek yang dikenai. Pasung juga dapat dikenakan kepada orang yang dianggap mengganngu atau tidak dapat diajak kompromi sehingga lebih baik dipasung. Atau seorang penguasa yang haus kekuasaan akan memasung orang-orang yang suka kritis dan cenderung tidak nurut. Setiap bagian dari kehidupan tentu ada pengertiannya masing-masing. Demikian pula pasung. Pasung bisa dikenakan pada orang yang dianggap tidak waras dan kemudian tidak bisa bertindak atau bergerak. Demikian pula bila pasung dikenakan pada sistim indoktrinasi maka akan memasung kebebasan pada sebagian orang. Pemasungan dilangsungkan mungkin karena perbedaan yang tidak dapat disatukan atau keinginan pihak yang berseberangan untuk mempertahankan diri. Politik dan kemerdekaan berpendapat sudah diatur di dalam undang-undang. Rasanya dizaman demokrasi dan reformasi ini tidak pantas adanya pemasungan dan pemaksaan kehendak.

Setiap orang tidak perlu memaksakan kehendaknya kepada orang lain di alam demokrasi, karena warga masyarakat sudah memahami dengan baik apa artinya demokrasi. Bila ada pembodohan maka akan sama dengan pemasungan. Zaman sudah berubah, arus informasi bebas dinikmati. Dengan demikian pemasungan pada akhirnya akan merugikan semua pihak. Kita memiliki sejarah yang kelam dalam kehidupan ini bahwa kekuasaan yang dipaksakan akan menimbulkan kerugian bagi pertumbuhan sebuah bangsa. Sejarah Indonesia bukan dimulai dari tahun 1945. tetapi dimulai ratusan tahun sebelumnya. Indonesia ada bukan sejak tahun 1945 tetapi jauh sebelum itu. Manusia yang berbudaya dan hidup dalam alam kemerdekaan sudah ada sejak zaman raja-raja (kerajaan). Seharusnya sejarah menjadi sebuah pelajaran kehidupan bukan hanya sebagai pelajaran ilmu pengetahuan yang hanya menyentuh kognitif manusia dan anak-anak Sekolah.

Semua orang harus belajar dari sejarah perjalanan bangsa, mulai dari para raja-raja sampai kepada pendiri bangsa yang merdeka dan tokoh-tokoh kebangsaan saat ini. Perjalanan sebuah bangsa bakkan keluarga dalam sebuah rumah tangga. Bangsa yang kuat dan terhormat adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Kemerdekaan bukan special gift dari penjajah namun sebuah perjuangan dari masyarakat, nenek moyang dan pahlawan-pahlawan yang berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa.Jadi melewati perjalanan panjang, berliku penuh derita, pengorbanan dan cucuran darah. Demikia pula perjalanan bangsa dan keluarga harus berpusat pada kemerdekaan-kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka dalam berpendapat, dalam pekerjaan, pendidikan dan sebagainya. Merdeka bukan berarti bebas tanpa alas tetapi merdeka artinya adalah tidak lagi dikuasai kejahtaan, dirantai dan dipasung oleh penjajahan.Dengan demikian betapa besar artinya sebuah kemerdekaan bangsa, bukan hanya untuk segelintir orang tetapi untuk semua orang yang menghargai pluralisme kehidupan.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 30,144 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

%d blogger menyukai ini: