TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » BERITA » KEMERDEKAAN

KEMERDEKAAN

Merdeka

Merdeka bukanlah sebuah usaha mudah. untuk merdeka kita perlu berjuang; berkorban waktu, tenaga dan segala upaya. begitu banyak penjajahan masih berlangsung dalam negeri ini. Apakah rakyat terlalu malas sehingga kemiskinan semakin merajalela? pengangguran semakin meningkat sementara alam kita sangat luas dan kaya.

Kemanakah kekayaan negeri ini? dimanakah aset negeri ini?

Penjajahan mungkin bukan dengan gamblang di depan mata.. bila itu begitu nyata mungkin aku akan bawa sebuah tombak atau keris dan maju ke perang terbuka dan kamu membawa bambu runcing melawan pasukan bersenjata dari walondo..

Mungkin juga kita bisa mencari kambing hitam sebuah kemiskinan dan pengangguran.. ah betapa kompleksnya penjajahan itu terjadi di tanahku… tanah tumpah darahku…. sehingga kekotoran dan kelam membuat ibu pertiwi menangis

65 tahun negeriku merdeka tetapi aku juga tidak  habis mengerti.. untuk siapa hasil dari kemerdekaan itu? mengapa banyak kemiskinan di tanahku.. penindasan dan kesewenang-wenangan. bukankah pak tani sudah banting tulang untuk memajukan negeriku mereka tersengan mentari dan tersiram hujan dari langit.. mereka berangkat pagi pulang petang… tetapi tidak pernah sejahtera apalagi makmur…. ya mereka seperti pegawai upahan. Mereka tidak pernah menjadi pemilih sawah dan tanah!

Jalan yang berbatu tajam, penuh lumpur di musim hujan dan penuh debu di musik kemarau menjadi makanan para petani kecil, rakyat kecil dan pegawai upahan.. katanya sudah merdeka tetapi apakah yang sudah terjadi… 65 tahun tidak jauh berbeda .. sementara ibu kota telah menjulang gedung tinggi, jalan bertingkat atau jalan sudah diaspal puluhan bahkan ratusan kali tetapi jalan desa yang jelek penuh batu dan debu tetap menjadi saksi penjajahan dan transisi sebuah kemerdekaan..

di desai itu  gubug masih reot dan rayap yang meranggas habis rumah-rumah tetap hidup mungkin juga tidak akan pergi…  kita hanya berharap kepada sang penguasa .. namun aku juga tidak malas… untuk bekerja.. mungkin penguasa sudah jauh di awan dan tingkat langit yang atas sehingga terhalang kabut untuk melihat kenistaan dan papa di desa kecil yang terpencil dan terisolir.. ah kasihan memang. yah air mata kita sudah terlalu banyak menetes buat negeriku… ku tunggu kesehateraan dari Sang Penciptaku..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 23,961 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

sunset and fishing nets

Force of Life - Pushing Boundaries I

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: