TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » ARTIKEL -ARTIKEL » Kehidupan Asli dan Palsu

Kehidupan Asli dan Palsu

MANA YANG ASLI

MANA YANG PALSU

Ada seorang membeli minyak kayu putih di atas bus yang sangat murah harganya. Minyak tersebut kemasannya dikemas dengan baik sehingga menarik si ibu ini untuk membeli entah karena apa alasannya. Tentu untuk melihat kualitas minyak kita tidak dapat melihat dari kemasannya yang menarik. Ada satu tips sederhana untuk melihat keaslian minyak kayu putih; di kocok dan tidak berbuih maka dipastikan itu asli.

Tentu disekitar kita banyak produk palsu; mulai dari minyak goreng palsu, oli palsu, semen palsu, uang palsu sampai ijazah pejabat palsu. Katanya begitu! Jadi tidak usah tanya saya: “mana buktinya?” ha ha karena saya bukan saksi ahli dan kita tidak sedang bersidang atau meeting. Namun bila Anda tanya saya tentang kepalsuan dalam kehidupan mungkin kita dapat memberikan 3 telunjuk untuk diri sendiri, 1 telunjuk untuk orang lain dan 1 telunjuk lagi untuk setan. Lho kenapa setan diikutkan? Ya kan karena manusia tidak suka dipersalahkan sehingga cari kambing hitamnya ya kan setan yang menjadi sumber dosa… tenang semoga setan tidak mendengar atau sedang tidur.

Lalu bagaimana bila kepalsuan itu ada dalam pribadi kita? Yah mirip-mirip kemunafikan gitulah! Itu yang seharusnya kita bongkar! Bila sindikat pemalsuan ijazah, pembuat semen palsu dapat dibongkar yah seharusnya sindikat kemunafikan diri juga harus dibongkar. Tentu jangan nunggu orang lain untuk membongkar, tetapi mari bongkar diri masing-masing. Kemunafikan dan kepalsuan merupakan penyakit yang sangat merugikan diri dan jiwa kita. Bila hal tersebut tidak ditangani atau diobati bahkan dioperasi dan diangkat dari dalam diri kita kemungkinan besar akan membawa kematian dalam kepekaan jiwa dan merusak hubungan dengan sesama.

  1. Rasa malu bila diketahui

Rasa malu adalah sesuatu yang baik dari satu sisi tetapi juga menjadi sisi buruk yang selanjutnya kita sebut sebagai tidak tahu malu. Bila kita berbuat salah maka kita harus malu. Bila kita membohongi orang harusnya kita malu. Bila perbuatan buruk diulang-ulang tentu menjadi orang tidak tahu malu alias ndableg! Ndableg itu artinya tidak mendengarkan bila diingatkan dan tidak mau berubah bila dinasihati atau mendengarkan tetapi tetap melakukan keburukan. Wah sama beratnya tuh!

Demikian pula perbuatan-perbuatan salah dan juga dosa dapat saja muncul dalam baik sengaja ataupun tidak sengaja. Sebagaiman di bagian lain dalam sisi hati dan jiwa kita memiliki perasaan sebenarnya bila kita ditegur atau diingatkan oleh orang lain seharusnya  mau mendengarkan. Mendengarkan memang tidak cukup dengan kedua telinga fisik kita, tetapi mendengarkan memerlukan telinga hati dan mata hati.

Jadi tidak perlu kita malu untuk mengakui sebagi orang bersalah atau berdosa. Mengakui dosa dan salah adalah sebuah perbuatan yang menunjukkan kita bukan orang palsu atau muka palsu. Tetapi sebenarnya pengakuan kita yang tulus dan merasa malu telah melakukan kesalahan menunjukkan kita tidak sebagai orang yang berjiwa palsu!

Dengan demikian sebuah usaha mewujudkan kejujuran dimulai dari hati kita. Tidak perlu adanya pengkambinghitaman kepada sistim, peraturan dan orang lain yang menjebak kita. Karena dengan kejujuran dan jiwa yang asli maka sesungguhnya akan membentuk kita menjadi pribadi yang utuh dan menarik.

  1. Rasa malu bila berbuat jahat dan salah

Bagian kedua yang perlu diketahui dan dimiliki adalah rasa takut bila berbuat salah. Begitu sering kita temui orang-orang di belahan negeri ini sudah mengalami kebal rasa. Tidak malu atau tidak tahu malu bila melakukan tindakan yang berlawanan dengan kebenaran. Ah masa sih? Ya benar!! Mau bukti? Tuh ada artis syuuur.. ada lagi pejabat korup.. nah.. ya to! Lho mana ? ya tu enak gak korupsi dihukum langsung dapat remisi lho… wah enak ya? Sementara orang miskin gak pernah ketolong. Banyak orang miskin mengalami derita; susah cari makan, cari kerja gak dapat-dapat dan masih seabrek kesulitan yang dialami. Ya benar juga. Lalu kebal dari rasa malu tuh apa sama dengan kebal hokum? Yah pikir-pikir sendiri aja ya bisa ya tapi tidak semuanya begitu itu ada dinegeri dongeng.

Yang paling penting milikilah rasa malu bila melakukan jaht, salah dan dosa. Kalau dengan manusia yang tidak kelihatan sudah tidak mempunyai rasa malu bagaiman pula dengan Tuhan yang tidak kelihatan? Wah wah khotbah nih! Ya hanya Tuhan juga yang tahu. Pada prinsipnya rasa malu bila berbuat jahat dan salah ataupun dosa pada akhirnya menimbulkan kesadaran batiniah. Pada giliran selanjutnya kesadaran tersebut mewujudkan kesehatan mental setiap orang sehingga terwujud masyarakat yang isih dhuwe isin! (masih punya rasa malu)

  1. Malu bertanya sesat di jalan

Bagian ketiga ini seperti dalam peribahasa dalam pelajaran wajib bahasa Indonesia. Yang hendak dituliskan ini adalah sebuah gagasan dan tuntunan kalau tidak mau memalukan diri dan malu-maluin keluarga sebaiknya banyaklah belajar sehingga terhindar dari kesalahan. Kesalahan atau keburukan mungkin dapat terjadi atau menimpa orang bila berjalan tidak tahu arah. Habitut bertanya sebenarnya adalah hal yang mendasar untuk membentuk knowledge (pengetahuan). Pengetahuan dalam diri dimulai dengan pertanyaan seperti seorang filosof yang selalu mempunyai rasa ragu sehingga selalu mengajukan pertanyaan. Misalnya siapakah aku ini?, mengapa aku dilahirkan?, mengapa aku menikah dengannya atau banyak sekali. Memang semua orang punya dasar untuk berfilolosofi karena ketidak tahuan atau pengertian yang terbatas. Namun tidak semua orang yang mengajukan pertanyaan adalah filosof! Lah kok bisa ya coba kalau Anda mempunyai isteri kemudian bertanya: “Darimana saja yah?, mana uang belanjanya bulan ini? Atau seorang pacar yang bertanya : “dari mana kamu dengan laki-laki itu?”, “Pergi kemana saja kau dengannya?” Wah-wah kalau ini mah menjurus kecemburu!

Ya pada akhirnya marilah kita wujudkan keaslian hidup kita. Karena kualitas hidup dan proyeksi hidup ditentukan oleh kejujuran jiwa yang digerakkan batin atau suara hati. Buang kepalsuan dan pastikan hidup kita semakin menarik dan penuh kehangatan!

Lanjut….

Keaslian bukan sebuah sulap yang dapat muncul karena tukang sulap berkata: “bim salabim brak adabarak…. Prok-prok jadi apa sekarang!” ha haa… keaslian terjadi karena diusahakan dan dipupuk dengna sungguh-sungguh! O tentunya ini menyangkut keaslian dalam berfikir, merasa, berbicara dan bertindak. Mari kita lihat bagian yang penting dari terbentuknya keaslian:

  1. Melalui pemurnian

Gambaran yang mudah dari pemurnian adalah emas. Emas yang asli bila dibakar dalam perapian yang paling panas tidak akan hilang atau menjadi abu seperti kayu. Tetapi emas ketika dibakar akan menunjukkan wujud aslinya sebagai emas. Yah kalau hubungannya dengan diri kita bila ditempa seharusnya diri kita semakin matang 24 karat mungkin atau semakin menunjukkan sifat karakter yang terbaik dari dalam diri kita.

Dalam hal ini keaslian dalam tindakan, pemikiran dan perkataan tidak lepas dari integritas diri seseorang. Integritas itu dalam ungkapan lain adalah kejujuran. Kejujuran berarti memiliki hati yang tulus, tidak berpura-pura dan tidak mengada-ada. Contohnya bila kita nemuin uang atau HP di jalan bila kita tulus maka tidak akan cepat kita untuk memindah tangan ke diri kita sehingga claim terjadi. Atau ketika anak sekolah yang jujur tidak akan menyontek ketika ulangan atau Tes. Karena nilai sesungguhnya bukan hasil akhir tetapi proses! Demikian pula kalau saya menulis makalah atau skripsi bila itu mengutip tulisan atau pendapat orang lain pasti tak kasih catatan kaki. Yah tentunya banyak sekali contoh yang ada pada diri kita dan lingkungan kita.

Contohnya ya diri kita mungkin kita sembahyang dan rajin ke ibadah tapi masih suka ngosip, ngejelekin teman dan tidak punya tanggung jawab itu katane juga sebagai ketidak jujuran dan kurangnya integritas..

To be continoue…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 23,884 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

Morning Silence

Puffy

Emerald Damselfly ♀

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: