TERANG SEJATI-DUSUN JATI

Beranda » ARTIKEL PALING MENARIK » Anggapan Salah

Anggapan Salah

APAKAH ANGGAPAN SALAH ITU? Untuk memahami tentang apakah anggapan salah itu? maka dilontarkan suatu contoh tentang perceraian seorang bernama Sidarta. Sidarta mengalami hidup sendiri setelah berpisah dengan istrinya. Sidarta telah menikah selama 15 tahun. Anggapan salah yang muncul dalam diri Sidarta dimulai dari kata-kata yang diucapkan kepada dirinya sendiri tentang perceraian itu. Dalam usaha mengubah anggapan salah, maka perlu pemeriksaan kembali tentang kata-kata kepada diri sendiri yang diucapkan Sidarta, yaitu: DARI PADA BERKATA AKU GAGAL SEHARUSNYA BERKATA:

* Aku orang gagal dan tak berguna •

Pernikahanku boleh gagal, tapi aku sendiri secara pribadi sangat dikasihi Tuhan. Karena itu aku adalah manusia berharga •

Aku sangat kesepian dan sedih •Aku sendirian namun tidak kesepian •

Aku berpisah dari keluargaku. Hilang sukacitaku • Aku berpisah dari keluarga, Ini menyakitkan hati, namun mesti hatiku terluka aku masih dapat menjadi orang berguna.

Sekalipun keadaan belum berubah, namun apa yang dikatakannya kepada dirinya sendiri tentang keadaan itu telah berubah. Ia mendapati bahwa di waktu yang lalu ia menipu dirinya sendiri dan dusta itu dari Iblis asalnya.

Ada 3 langkah untuk menjadi orang yang berbahagia , yaitu: 1) Kenalilah anggapan-anggapan yang salah, 2) singkirkanlah anggapan-anggapan yang salah itu, dan 3) gantilah anggapan-anggapan yang salah itu dengan pendapat-pendapat yang benar.

1. KEBENARAN

1) Descrates (seorang Katholik yang saleh). Agar dapat menemukan suatu kebenaran yang pasti sehingga tak seorang pun dapat meragukannya, Descrates mulai memikirkan hal-hal yang ia sendiri ragukan.Kata-katanya yang terkenal: “ Aku berfikir maka itu aku ada.” Kesulitan dalam dalil ini adalah ketidakmampuan menunjukkkan bagaimana dcara hidup atau menjadi bahagia oleh kebenaran itu.

2) Marcus Aurelius (seorang kaisar Roma) hidup + 150 M. Ia seorang penganut paham stoisisme dan terkanal karena prinsipnya, namun dia seorang pembenci orang Kristen. Dalam bukunya meditasi, ia mengungkapkan bahwa perasaan manusia bukan akibat dari keadaan yagn kebetulan ada, tetapi ditentukan oleh caranya berpikir. “ Aku berfikir supaya aku dapat menentukan cara hidupku.”

2. ANGGAPAN-ANGGAPAN YANG SALAH

Anggapan yang salah adalah penyebab langsung dari dari kekacuan emosi, dari perilaku yang tidak benar, dan dari banyak penyakit jiwa. Anggapan yang salah adalah penyebab dari perilaku destruktif yang terus menerus dilakukan orang, meskipun mereka benar-benar sadar bahwa itu merusak mereka. Rasul Yakobus menunjukkan bahwa kata-kata destruktif tersebut asalnya adalah dari hikmat dunia, nafsu manusia, dari setan-setan.

Contoh dari Anggapan-anggapan yang salah:

Anggapan yang Salahmenuju anggapan benar

• Tidak diajak bicara dalam suatu pertemuan sangan menyakitkan hati (atau kalau aku tak kenal dengan orang-orang yang hadir)

• Merasa malu atau gugup itu sangat tidak enak

• Aku dapat menikmati diri sendiri kemanam pun aku pergi. walupun tidak diajak bicara oleh orang toh aku sanggup merasa senang di tempat pesta •

Rasa malu bukan akhir dari segalanya. Perasaan-perasaan negative itu dapat aku alami tanpa mengganggu aku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 23,961 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.091 pengikut lainnya

Flickr Photos

Fast-flying Falcon

sunset and fishing nets

Force of Life - Pushing Boundaries I

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: